Friday, 14 February 2014

HIJAB MODERN



Hijab atau bahasa gaulnya lebih dikenal kerudung akhir-akhir ini menjadi sebuah fenomena baru bagi pelaku fashionista, kalau dulu para gadis ada yang enggan menggunakan kerudung atau bahkan menutup sebelah mata, karena dianggap menggunakan atribut keagaman semacam kerudung dinilai kampungan atau sok alim kini paradigma itu mulai mencair.
Perlahan tapi pasti perubahan ini  menjadi sebuah trend baru yang digandrungi para wanita,  ini tak lain adanya peran dari pelaku fashion yang terintegrasi dengan maraknya penggunaan sosial media. Fenomena jilbab ini menjadi lebih fenomenal dengan dikembangkannya berbagai model pakaian dan bahkan menumbuhkan sebuah industri fashion Islami. saat ini jilbab juga lebih dikembangkan lagi fungsinya bukan hanya sekadar pakaian untuk menutup aurat tapi juga ke fungsi estetika. Keinginan untuk tampil gaya dan modis tanpa harus meninggalkan fungsi menutup aurat, dimanfaatkan oleh perancang busana untuk membuat berbagai model hijab. saat ini tidak sulit untuk menemukan berbagai model pakaian dan hijab yang dikenakan oleh wanita Islam.
Selain tampilan yang modis, jilbab juga digunakan oleh banyak wanita Islam sebagai momen untuk mengubah sikap dan perilaku menjadi lebih Islami. Yang paling sering, keputusan memakai jilbab dibarengi dengan hari raya Islam, misalnya idul fitri atau bulan puasa. Jadi, tidak salah jika fenomena jilbab juga menandakan kesadaran untuk lebih memahami dan menjalankan Islam secara lebih kaffah atau menyeluruh. Walaupun ada juga yang melihat jilbab ini sebagai mode atau tren cara berpakaian, tapi selalu ada perubahan sikap setelah berjilbab.
Berbagai pilihan dan model jilbab yg terus berinovasi memunculkan tampilan-tampilan baru, menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Salah satu yang paling banyak digandrungi adalah busana jenis gaun (Dress). Atasan seperti ini sedang happening  karena ragam model dan tampilannya yang begitu bervariasi. Hal inilah yang menginspirasi brand lokal Kimi untuk meluncurkan produk Ellis Asymetric Dress untuk mendukung penampilan Anda agar lebih sempurna. Anda pun bias memilih atau melihat2  produknya DISINI

Thursday, 13 February 2014

"BUSANA MUSLIM MODERN"



Wanita-wanita yang memakai baju muslim sudah semakin banyak karena mereka tidak takut lagi terlihat norak walaupun menggunakan baju muslim. Dahulu model baju muslim sangat sedikit dan rata-rata hany digunakan oleh ibu-ibu, namun kini dengan semakin banyaknya model baju muslim, semakin banyak pula wanita yang tertarik menggunakan baju muslim. Banyaknya model yang menarik memberikan pengaruh kepada keinginan para wanita untuk tampil lebih cantik namun juga memenuhi syariat agama islam.
Aneka Model
Model baju muslim modern untuk tahun 2014 didominasi oleh perpaduan warna-warna cerah. Pada tahun-tahun sebelumnya, para desainer biasanya hanya menggunakan warna-warna yang netral seperti cokelat, krem maupun putih, namun saat ini sudah banyak sekali baju muslim modern yang berwarna-warni cerah sehingga membuat penggunanya tampak lebih ceria. Motif-motif yang bermunculan saat ini untuk baju muslim modern adalah motif-motif yang unik yang dahulu tidak berani dipakai oleh para desainer karena takut tidak ada yang membeli. Motif-motif unik baju muslim saat ini banyak diminati oleh para remaja, karena mereka berani untuk tampil beda. Namun banyak pula saat ini para ibu-ibu yang ingin tampil modis dan gaya dengan memilih baju modis yang unik dan cantik untuk mereka.
Di era modern ini anda dapat mencari busana muslim dimana aja termasuk di internet, anda bisa menemukanya DISINI

Wednesday, 5 February 2014

Mencari Dan Mengelola Niche Market

Menemukan niche market pada awalnya memang sangat menantang. Namun jika Anda sudah memilliki audiens dengan niche yang tertarget didalamnya, maka peluang Anda untuk meningkatkan komisi semakin besar.
Agar bisa menemukan dan membangun niche yang tepat memang membutuhkan waktu, namun untuk memulainya, Anda bisa mengikuti langkah-langkah dibawah ini:
1. Berfikir Mundur.
Saya masih banyak menjumpai affiliate marketer yang fokus ke produk yang akan dijual, dan bukannya ke pasar atau niche market terlebih dahulu.
Alhasil, produk tersebut di pasarkan tanpa target pasar yang jelas. Posting ke Facebook/ Twitter dengan sembarangan, iklan yang tidak spesifik menjawab permasalahan niche, dan tentunya berujung ke spamming.
Affiliate marketer handal yang saya kenal, sebagian besar berfikir mundur. Mereka mencari target pasar terlebih dahulu. Membaca pola, menemukan kebutuhan spesifik dari satu ceruk pasar. Lalu mulai mencari produk yang sesuai untuk dipasarkan ke niche tersebut.
Ada 2 kelebihan menggunakan metode berfikir mundur seperti ini:
Pertama. Anda memiliki kemungkinan untuk menemukan ceruk pasar yang masih jarang tersentuh affiliate lain. Dengan begini, persaingan masih sangat sedikit, dan Anda memiliki kemungkinan untuk menguasai niche tersebut.
Kedua. Anda bisa menawarkan berbagai produk ke satu niche. Contohnya, jika Anda membangun niche ibu-ibu pengusaha. Maka Anda bisa menawarkan:
  • Pendidikan bisnis, seperti: eBook.
  • Event bisnis, seperti: seminar dan workshop.
Hal ini berlawanan jika, pada awalnya, Anda hanya fokus ke produk apa yang akan Anda jual.
Berhentilah mencari-cari produk apa yang akan Anda jual dan mulailah membangun audiens berisi niche Anda telebih dahulu. Setelahnya mundurlah dan cari produk yang sesuai.
2. Menemukan Niche Yang Tepat.
Pada dasarnya niche market bisa Anda golongkan menjadi 3 bagian besar:
  • Berdasarkan demografi (tempat tinggal, usia, pekerjaan, dll.)
  • Berdasarkan minat, passion, atau hobi (hijaber, gamer, musisi, penulis, pengusaha kuliner, dll.)
  • Berdasarkan kebutuhan spesifik (kesehatan, kecantikan, dll.)
Anda bisa mulai membangun niche dengan mengacu kepada 3 hal diatas. Fokuslah membangun niche yang menurut Anda memiliki volume yang cukup besar dan berpotensi untuk membeli produk Anda.
3. Pilih Saluran Pemasaran Anda.
Langkah selanjutnya adalah menemukan dimana niche Anda banyak berkumpul. Mengutip perkataan mas Jaya Setiabudi: dimana “Sarang Semut” dari niche Anda.
Apakah niche tersebut rame di Facebook? Kaskus? Atau Twitter mungkin?
Bereksperimenlah dengan beberapa saluran pemasaran hingga Anda menemukan saluran yang paling sesuai untuk bertemunya niche dan produk Anda.
Selamat mencoba. 
Sebagai referensi lebih lanjut mengenai “Hukum Semut” bisa Anda temukan pada eBook: Kitab Anti Bangkrut yang bisa Anda jumpai disini 
Jika Anda ingin mendalami teknik membangun niche yang potensial, membangun audiens, dan memasarkan dengan efektif, silahkan mengikuti workshop Yubi Affiliate Jakarta. Klik disini untuk detailnya disini